Berita

PKP 202 dan 205 Penilaian Tujuan Penjaminan Utang dan Lelang

 

Latar Belakang
 
Salah satu sektor yang terbesar dan masih menduduki urutan pertama yang mendominasi kegiatan jasa penilaian di Indonesia adalah sektor perbankan. Lebih dari 80% potensi pendapatan usaha dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) diperoleh dari sektor penjaminan utang yang umumnya berasal dari sektor perbankan. Tidak hanya potensi pendapatan, total jumlah laporan penilaian yang diterbitkan oleh Penilai Publik untuk keperluan penjaminan utang memiliki kontribusi sekitar 77% (data 2017 sumber PPPK) dari lebih 180 ribu jumlah laporan penilaian yang diterbitkan.
Sektor perbankan dalam lima tahun terakhir, meskipun pertumbuhan mengalami pasang surut namun nominal portofolio kredit yang tercatat telah mencapai sekitar Rp. 5.000 triliun (November 2018) dengan non performing loan (NPL) cenderung meningkat dalam tiga tahun terakhir ini sekitar 2,9%. Keterlibatan Penilai dalam jumlah laporan penilaian yang diterbitkan dari sektor perbankan terlihat didominasi oleh segmen kredit/pembiayaan sektor properti.
Menyadari adanya hubungan yang kuat praktek penilaian terhadap kegiatan perbankan sebagaimana dijelaskan di atas, menunjukan perlunya penguatan untuk memastikan tingkat profesionalitas Penilai dalam menjalankan tugasnya dapat terpenuhi. Setidaknya menurut KEPI terdapat dua persyaratan dalam pemenuhan kemampuan profesional dimaksud. Pertama, mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa Pemberi Tugas menerima layanan profesional yang kompeten; Kedua, bertindak sesuai dengan standar teknis dan profesional yang berlaku saat memberikan layanan profesional. Memperhatikan kebutuhan terhadap persyaratan tersebut maka Komite Penyusunan Standar Penilaian Indonesia (KPSPI) Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) merasa perlu untuk menyelenggarakan Pendidikan Penilaian Khusus (PKP) dalam pemenuhan standar dalam konteks Penilai menjalankan tugas dengan mengambil topik “Penilaian Untuk Tujuan Penjaminan Utang dan Lelang” merujuk kepada SPI 202 dan SPI 205.
 
Maksud dan Tujuan
 
Maksud dan tujuan penyelenggaraan PKP 202 dan 205 ini meliputi dan tidak terbatas kepada:
  1. Upaya meningkatkan basis kompetensi Penilai dalam pemenuhan dan pencapaian berpraktek dalam menjalankan tugas penilaian berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI);
  2. Peserta dapat mengimplementasikan SPI dalam mengatasi permasalahan penilaian untuk keperluan penjaminan utang dengan berbagai agunan yang melingkupinya;
  3. Peserta dapat mengimplementasikan SPI dalam mengatasi permasalahan penilaian untuk keperluan lelang atas objek penilaian yang termasuk aset tetap;
  4. Peserta mampu memahami LIngkup Penugasan, Implementasi dan Pelaporan Penilaian sesuai SPI 202 dan SPI 205
 
 
Hari/ Tanggal   : 
Kamis s/d Sabtu, 28 - 30 Maret 2019
Waktu  : 08.00 – 17.00 WIB
Tempat   : Jakarta
Syarat   : 1. Anggota MAPPI minimal telah lulus PDP-2;
    2. Penilai internal perbankan yang telah lulus PDP-2.
CPD Point   : 18 SKP
Biaya   : Rp 3.200.000 (Anggota MAPPI)
    Rp 4.000.000 (Penilai Internal Perbankan dan Non Anggota MAPPI )
Kuota  : 70 peserta
Pembayaran   : Transfer BCA
    526.032.555.0 an. MAPPI
Batas Pendaftaran  : 25 maret 2019
Pendaftaran dapat dilakukan secara online via web MAPPI

Informasi lebih lanjut: www.mappi.or.id

Contact Person :

Farhan (+62 856-1270-092)

Resa (+62 811-2114-229)